PONOROGO — Jajaran Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Selasa (13/10/2026). Sidak ini difokuskan untuk memantau langsung mutu pelayanan serta kelayakan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.
Anggota Komisi D dari Fraksi Pembangunan Keadilan Sejahtera (PKS), Ribut Riyanto, turut hadir dan menyisir langsung sejumlah titik krusial layanan rumah sakit pelat merah tersebut.
Dalam pantauan lapangan, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dinilai sudah berjalan optimal melalui penerapan sistem triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Namun, sejumlah catatan penting ditemukan pada area pendaftaran dan ruang tunggu.
Antrean pada loket tengah yang diperuntukkan bagi pasien disabilitas, pasien dengan gangguan gerak, serta jalur cepat (fast track) tampak mengular panjang akibat tingginya utilisasi jalur tersebut. Kondisi kontras terlihat di loket pendaftaran utara bagi pasien umum yang relatif lengang.
Kepadatan juga terjadi di area ruang tunggu poliklinik rawat jalan. Kapasitas ruang yang sempit dinilai memicu risiko keselamatan pasien. Jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat medis di lorong tersebut, petugas dinilai akan kesulitan memberikan pertolongan cepat akibat situasi yang berdesakan.
Sorotan lain tertuju pada loket farmasi. Waktu tunggu pengambilan obat masih cukup lama lantaran proses verifikasi ketat sebelum obat diserahkan ke tangan pasien. Kendati rumah sakit telah menyediakan fasilitas pengantaran obat dengan radius 10 kilometer, percepatan alur verifikasi dinilai tetap mendesak.
Selain itu, rombongan dewan mencatat kondisi penataan area depan kamar operasi yang belum memenuhi syarat ideal, serta ketimpangan antara jumlah kamar bedah dengan padatnya jadwal tindakan medis yang harus ditangani setiap hari.
Menanggapi hasil temuan tersebut, Ribut Riyanto menegaskan bahwa hasil sidak ini akan menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi pihak manajemen rumah sakit dan dinas terkait. Evaluasi tata ruang tunggu, percepatan distribusi farmasi, serta penambahan sarana kamar operasi mendesak direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan warga Ponorogo.




